Selasa, 20 Desember 2011

Laga Panas antara SFC (Kito) VS Persija

Bentrok Sriwijaya FC menjamu Persija Jakarta pada laga lanjutan Indonesia Super League (ISL), di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, kemarin (19/12), cukup keras. Tak tanggung-tanggung, pada pertandingan yang dimenangkan Sriwijaya dengan skor 2-1  itu, memaksa wasit Ahmad Suparman dari Bandung harus merogoh tiga kartu merah dan dua kartu kuning.

Tiga kartu merah masing-masing diberikan kepada kiper Persija, Andritany pada menit ke-24 dan defender Persija Fabiano Beltrame menit ke-33. Dan satu kartu merah lagi dihadiahkan kepada striker Sriwijaya FC, Keith Kayamba Gumbs di menit ke-33. Sedangkan dua kartu kuning diberikan kepada defender Sriwijaya Achmat Jufriyanto (77’) dan gelandang Persija Hasyim Kipaw (37’).

    “Dua kartu merah yang diberikan dua pemain Kayamba dan Fabiano bagus. Itu, keputusan adil. Mungkin, Kayamba tak bisa meredam emosi saat mendapat sikutan dari Fabiano,” kata pelatih Sriwijaya FC, Kas Hartadi usai pertandingan.
    Panasnya pertandingan sudah terlihat sejak menit-menit awal. Bermula saat kiper Andritany mendapat kartu merah dari wasit Ahmad Suparman pada menit ke-24. Mantan kiper Sriwijaya FC itu mendapat hadiah kartu merah lantaran sengaja menangkap bola di luar kotak penalti, saat head to head dengan Keith Kayamba Gumbs.

    Tensi permainan mulai meningkat. Berbagai pelangagaran keras mulai terjadi. Puncaknya, saat Keith Kayamba Gumb dan Fabioano harus mendapat kartu merah lantaran berkelahi saat pertandingan.
    Perselisihan terjadi ketika Keith Kayamba mendapat sikutan keras dari Fabiano saat mau merebut bola di menit ke-33. Aksi saling dorong tak terhindarkan. Keributan pun terjadi. Akhirnya wasit Ahmad Suparman mengeluarkan dua kartu merah sekaligus.
    ”Sebenarnya kami terus menginstruksikan kepada pemain agar bisa menjaga emosi. Saat melakukan meeting kami selalu tekankan untuk itu. Sebab, bila pemain emosi, permainan akan kacau,” lanjut mantan arsitek SFC U-21 itu.
    Terbukti, meski unggul jumlah pemain Sriwijaya sulit menerapkan permainan terbaiknya. Beberapa peluang terbuang sia-sia. Sehingga memaksa imbang 0-0 hingga turun minum. Memasuki babak kedua, Sriwijaya mencoba melakukan perubahan. Dengan memasukan beberapa pemain, seperti Rizky Novriansyah menggantikan Firman Utina dimenit ke-45. Kemudian, memasukan Siswanto menggantikan Mahyadi Panggabean ( 54’) hasilnya cukup moncer.
    Sriwijaya sukses memecahkan kebuntuan, lewat gol Hilton Moreira pada menit ke-56, lewat tendangan bebas. Tapi, keunggulan itu sempat membuat para fans terdiam, lantaran menit ke-78 pemain anyar Persija, Pedro Javier sukses menciptakan gol lewat tendangan bebas.
    Beruntung, Hilton Moreira mampu membawa kemenangan bagi Sriwijaya. Setelah sukses menciptakan gol pada menit ke-82 yang mendapat umpan cantik dari defender Thierry Gathuessi. Skor 2-1 untuk Sriwijaya FC hingga laga usai.
    Dengan torehan tiga poin, Sriwijaya langsung menyodok ke peringkat dua dengan 9 poin dari 4 laga yang telah dijalani. Dibawah pemuncak kalsemen Persisam Putra Samarinda yang juga megoleksi 9 poin dari 4 laga. Persisam unggul selisih gol (7-3, 7-4) yang sebelumnya sukses membungkam Persiwa Wamena dengan skor 2-0 di hari yang sama.
    Bukan hanya sukses menjadi runner up, kemenangan ini sekaligus memecahkan rekor buruk Sriwijaya atas Persija Jakarta yang belum pernah menang. ”Ini merupakan hasil luar biasa. Berkat kerja keras pemain, kami mampu memecahkan kebuntuan. Sebab, kami belum pernah menang dari Persija, baik di laga home maupun away,” tambah pria asal Solo itu.
    Sementara, rona wajah kecewa tampak dari pelatih Persija Jakarta, Iwan Setiawan usai pertandingan. ”Sriwijaya layak menang. Mereka dihuni pemain berkualitas dan berpengalaman. Tapi, saya berterima kasih kepada pemain kami yang rata-rata muda sukses memberikan permainan terbaiknya. Dan juga pemain senior yang mampu membimbing di dalam lapangan,” ungkap Iwan Setiawan saat konferensi pers.
    Bagaimana dengan keputusan wasit dengan banyaknya kartu merah yang dikeluarkan? Menurut Iwan, pihaknya sebenarnya sedikit kecewa dengan keputusan itu. Terlebih, kartu merah yang diberikan kepada Andritany.
    ”Kami sedikit menyayangkan dengan kartu merah Andritany. Tapi, kami harus terima itu. Soal benar atau tidak, nanti biar wasit melihat sendiri tayangan ulang pertandingan tadi (kemarin, Red). Saya tak mau berkomentar banyak,” pungkasnya. 

Sumber : Sumeks.co.id

Tidak ada komentar:

Posting Komentar